Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Prof. Dr. Apris A. Adu, Guru Besar FKM Undana dan Sosok Akademisi Visioner Calon Rektor Undana 2025–2029

Avatar photo
×

Prof. Dr. Apris A. Adu, Guru Besar FKM Undana dan Sosok Akademisi Visioner Calon Rektor Undana 2025–2029

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi
Prof. Dr. Apris A. Adu, S.Pt., M.Kes - Calon Rektor Undana Periode 2025-2029

KUPANG | BuletinNTT.com– Nama Prof. Dr. Apris A. Adu, S.Pt., M.Kes kembali mencuat di lingkungan Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang.

Setelah mencatat sejarah sebagai Guru Besar pertama Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana, kini ia disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat Rektor Undana periode 2025–2029.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Sosok yang dikenal bersahaja namun tegas ini telah mengabdikan diri di Undana sejak tahun 2001, dimulai dari posisi tenaga laboran.

Dari posisi itu, ia melangkah pasti, menapaki tangga akademik dan administratif hingga akhirnya dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat pada 12 Agustus 2022 lalu.

Baca Juga :  110 Siswa Lulus 100 Persen, Bukti Komitmen Kuat SDK St. Arnoldus Penfui Cetak Generasi Berprestasi

Sebuah pencapaian monumental, tidak hanya bagi dirinya, tapi juga bagi institusi FKM yang baru berdiri sekitar dua dekade.

Dalam pidato ilmiahnya saat pengukuhan sebagai Guru Besar, Prof. Apris mengangkat topik yang sangat relevan: “Peranan Biologi Molekuler Jaringan sebagai Indikator Karsinogen dalam Pencegahan Perubahan Pola Makan yang Mengandung Senyawa Nitrosamine.”

Lewat risetnya, ia menunjukkan bagaimana perubahan pola makan modern dan konsumsi makanan cepat saji berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, hingga berisiko kanker.

Lebih dari sekadar akademisi, Prof. Apris juga dikenal sebagai peneliti aktif yang konsisten mempublikasikan karya ilmiahnya di jurnal-jurnal internasional bereputasi (SCOPUS Q1-Q3) maupun jurnal nasional terakreditasi SINTA.

Baca Juga :  Kristo Loko Sebut Fiskal NTT Sedang “Turbulensi”, Ketergantungan Dana Pusat Masih Tinggi

Kolaborasinya lintas prodi dan universitas—termasuk dengan Universitas Airlangga dan Prodi Kimia FKIP Undana—menjadi bukti komitmennya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan berbasis lokal.