Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Prof. Dr. Apris A. Adu, Guru Besar FKM Undana dan Sosok Akademisi Visioner Calon Rektor Undana 2025–2029

Avatar photo
×

Prof. Dr. Apris A. Adu, Guru Besar FKM Undana dan Sosok Akademisi Visioner Calon Rektor Undana 2025–2029

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi
Prof. Dr. Apris A. Adu, S.Pt., M.Kes - Calon Rektor Undana Periode 2025-2029

Kandidat Pemimpin Inklusif dan Berdedikasi

Di tengah dinamika pemilihan Rektor Undana yang mulai menghangat, figur Prof. Apris tampil sebagai sosok alternatif yang visioner dan inklusif.

Pengalamannya yang panjang di lapangan, 2 periode sebagai dekan FKM Undana, ditambah dengan pendekatan kolaboratif dalam membangun riset dan jejaring akademik, menjadikan ia dianggap memiliki kapasitas dan integritas untuk membawa Undana ke jenjang lebih tinggi.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Menurut sejumlah sumber internal kampus yang tak ingin disebutkan namanya, Prof. Apris adalah tipikal pemimpin yang “mendengar sebelum bertindak”.

Baca Juga :  110 Siswa Lulus 100 Persen, Bukti Komitmen Kuat SDK St. Arnoldus Penfui Cetak Generasi Berprestasi

Gaya kepemimpinannya yang partisipatif dianggap cocok untuk membangun kultur akademik yang sehat dan progresif, terutama di tengah tantangan globalisasi pendidikan tinggi.

“Beliau tidak hanya bicara, tapi sudah membuktikan lewat karya dan pengabdiannya. Kami melihat Prof. Apris bukan hanya akademisi, tapi juga pembelajar dan pembimbing yang sabar,” ujar salah satu dosen di FKM Undana.

Membawa Energi Baru untuk Undana

Jika dipercaya memimpin Undana lima tahun ke depan, Prof. Apris bertekad mendorong kolaborasi riset lintas disiplin, memperluas jaringan internasional, serta memperkuat kualitas lulusan Undana agar mampu bersaing secara global tanpa kehilangan akar lokalnya.

Baca Juga :  Zulkifli Hasan Dorong Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Wujudkan Swasembada Pangan di NTT

Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam tata kelola kampus, peningkatan anggaran riset, serta membangun sistem pendampingan karir bagi dosen muda.

“Rektor bukan sekadar jabatan administratif, tapi agen perubahan akademik. Tugas kita adalah membangun ekosistem ilmiah yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan,” ungkap Prof. Apris.

Dengan latar belakang yang kuat di bidang kesehatan masyarakat, riset molekuler, serta pengalaman panjang di Undana dari bawah, Prof. Dr. Apris A. Adu muncul sebagai simbol meritokrasi di kampus terbesar di NTT ini.

Baca Juga :  Aturan Baru Masuk SD Tahun 2026, Anak Usia 6 Tahun Sudah Bisa Daftar

Ia bukan hanya mewakili suara akademisi, tapi juga harapan banyak civitas Undana untuk perubahan yang lebih substansial.