BADUNG, BALI | BuletinNTT.com – Berbekal tekad kuat dan semangat pantang menyerah, Emanuel Hane, seorang perantau asal Desa Naekesa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, berhasil membuktikan bahwa usaha kecil bisa berkembang besar.
Kini, melalui Edwardo Laundry yang ia rintis di Bali sejak 2014, Emanuel telah menjadi pengusaha jasa laundry yang dipercaya oleh hotel-hotel dan bahkan kapal pesiar di Pulau Dewata.
Namun perjalanan usaha Emanuel tidak selalu mulus. Ia mengaku sempat kesulitan dalam mengembangkan usahanya karena keterbatasan modal.
Titik balik terjadi saat ia diperkenalkan kepada Koperasi Kredit (Kopdit) Swasti Sari oleh seorang kerabat dari Kupang, pada awal tahun 2019.
“Saya bersyukur diperkenalkan kepada Swasti Sari. Selain bisa akses modal, saya merasa dibimbing dengan baik, terutama saat pandemi Covid-19 melanda. Saya bisa bertahan dan justru berkembang,” ujar Emanuel saat ditemui di tempat usahanya di Dalung, Kuta Utara, Badung.
Bergabung sebagai anggota koperasi dengan nomor keanggotaan 67.860 sejak 21 Januari 2019, Emanuel telah lima kali memanfaatkan fasilitas pinjaman dari Swasti Sari untuk pengembangan usaha.
Kini Edwardo Laundry mempekerjakan delapan orang karyawan, mayoritas anak muda perantau asal NTT, dan melayani segmen pasar menengah-atas di sektor pariwisata.
Anggota Tangguh, Inspirasi Sesama Pelaku Usaha
Wakil General Manager (WGM) Kopdit Swasti Sari, Kasmirus Kopong, yang turut melakukan kunjungan langsung ke tempat usaha Emanuel dalam rangka pertemuan dengan anggota di tiga cabang Swasti Sari di Provinsi Bali (Denpasar, Jembatan, dan Tabanan), menyampaikan apresiasinya.












