KUPANG | BuletinNTT.com — Anggota Komisi III DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi PKB, Yohanes Rumat atau Hans Rumat, mengapresiasi perubahan konsep penyelenggaraan Tour de NTT.
Hans menilai konsep yang diperkenalkan Gubernur NTT, Melki Laka Lena, lebih baik karena menghadirkan perubahan dalam program kegiatan maupun pola pembiayaan.
Menurutnya, Tour de NTT sebelumnya lebih berorientasi pada kegiatan balap sepeda dengan mendatangkan peserta dari berbagai negara dan benua.
Konsep tersebut membutuhkan biaya besar karena pemerintah harus menanggung berbagai kebutuhan penyelenggaraan di sejumlah daerah yang menjadi lintasan peserta.
Pembiayaan itu berpotensi membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi NTT maupun APBD kabupaten yang dilalui peserta.
“Kalau bicara tur sepeda, artinya membutuhkan biaya yang sangat fantastis dan luar biasa besarnya,” ujar Hans Rumat, Senin (02/11/2026).

Ia menyambut positif perubahan pola pembiayaan Tour de NTT yang melibatkan badan usaha dan lembaga melalui program “Corporate Social Responsibility” (CSR).
Menurutnya, keterlibatan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial tersebut dapat membantu pemerintah menyelenggarakan kegiatan tanpa sepenuhnya mengandalkan anggaran daerah.












