Hans menilai perusahaan yang memperoleh manfaat ekonomi dari masyarakat NTT juga perlu berkontribusi terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Ini sesuatu yang menggembirakan. Ada badan atau lembaga yang memiliki kemampuan finansial untuk membantu pemerintah menyelenggarakan Tour de NTT,” katanya.
Selain pembiayaan, Hans menilai konsep baru Tour de NTT memiliki manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat kecil.
Ia menjelaskan, kegiatan di lokasi pemberhentian maupun titik awal perjalanan berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Pelaku usaha kecil, pedagang, dan masyarakat di sepanjang jalur kegiatan diharapkan memperoleh manfaat dari penyelenggaraan tersebut.
“Sekecil apa pun dampaknya, saya kira titik-titik yang dilewati maupun lokasi start Tour de NTT akan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Meski mendukung, Hans mengingatkan pemerintah agar tidak membebankan biaya penyelenggaraan Tour de NTT kepada APBD secara berlebihan.
Ia beralasan kondisi keuangan daerah masih membutuhkan perhatian sehingga penggunaan anggaran harus mempertimbangkan kebutuhan prioritas masyarakat.
“Oleh karena itu, sebagai anggota DPRD, kita jangan mengeluarkan biaya APBD I maupun APBD II, mengingat kondisi keuangan kita masih cukup sulit,” tegasnya.












