SOE | BuletinNTT.com — Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) mengembangkan Kebun Gizi Mandiri skala kecil untuk mendukung upaya pencegahan stunting di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur.
Program pengabdian kepada masyarakat ini mengintegrasikan pemanfaatan pekarangan, teknologi irigasi tetes sederhana, dan edukasi gizi keluarga sebagai strategi adaptasi terhadap kondisi lahan kering.
Kegiatan utama dilaksanakan pada 26 September 2026, kemudian dilanjutkan dengan pemantauan dan pendampingan hingga 21 Oktober 2026 untuk mendorong replikasi kebun gizi secara mandiri.
Program bertajuk “Penerapan Small-Scale Modeling Kebun Gizi Mandiri: Strategi Adaptasi Lahan Kering untuk Penanggulangan Stunting di Kelurahan Kota SoE” ini dirancang sebagai model percontohan yang terjangkau dan mudah diterapkan masyarakat.
Yendris Syamruth: Pendampingan Berlanjut hingga Replikasi
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKM Undana, Yendris Krisno Syamruth, mengatakan program tersebut merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didampingi hingga replikasi di rumah warga.
“Ini kegiatan pengabdian masyarakat. Kita dampingi sampai adanya replikasi program,” ujar Yendris.












