Berdasarkan laporan pelaksanaan, hingga 21 Oktober 2026, tiga rumah tangga telah mengembangkan kebun gizi mandiri secara swadaya.
Capaian tersebut menunjukkan tumbuhnya inisiatif warga dalam memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga tanpa menunggu bantuan modal dari pihak luar.
Program ini menargetkan pembentukan kebun gizi mandiri pada tiga hingga lima rumah tangga sebagai unit percontohan awal.

Pemerintah kelurahan dan warga turut mendukung kegiatan melalui gotong royong serta penyediaan sarana dan bahan lokal untuk pembangunan kebun.
Warga juga memanfaatkan botol bekas, kain sumbu, dan pupuk organik untuk mendukung simulasi pembuatan sistem irigasi sederhana.
Pendampingan teknis diperkuat oleh warga berlatar belakang keahlian pertanian yang bersedia membantu pemeliharaan kebun setelah kegiatan utama selesai.
Pengetahuan Peserta Meningkat
Evaluasi melalui “pre-test dan post-test” menunjukkan skor rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 83 persen menjadi 89 persen setelah pelatihan dan pendampingan.












