BAJAWA | BuletinNTT.com – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Ngada buka suara terkait polemik pelantikan Sekda Ngada.
Fraksi Gerindra meminta Bupati Ngada mengedepankan komunikasi yang harmonis dengan Gubernur NTT terkait polemik pengisian jabatan Sekda Kabupaten Ngada.
Permintaan tersebut disampaikan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Ngada, Wilhelmus Petrus Bere. Dalam pernyataan sikap fraksi menanggapi dinamika yang berkembang terkait pelantikan Sekda, 6 Maret Lalu.
Menurut Wilhelmus, komunikasi yang baik antara pemerintah Kabupaten dan Provinsi sangat penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan serta kelancaran pelayanan publik di daerah.
“Sebagai masyarakat NTT yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, kami memandang urusan pemerintahan tidak hanya soal aturan semata, tetapi juga menyangkut etika komunikasi”.
“Karena itu kami mendorong Bupati Ngada mengedepankan komunikasi yang harmonis dengan Gubernur NTT,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (9/3/2026).
Ia menegaskan bahwa Gubernur memiliki peran penting sebagai wakil pemerintah pusat di daerah yang bertugas menjaga sinkronisasi antara pemerintah Kabupaten, Provinsi, dan pemerintah Pusat.
Fraksi Gerindra juga menilai bahwa perbedaan penafsiran aturan terkait pengisian jabatan Sekda sebaiknya tidak diselesaikan melalui jalur hukum.












