Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Bunda PAUD NTT: PAUD Garda Terdepan Cegah Wasting di Usia Dini

Avatar photo
×

Bunda PAUD NTT: PAUD Garda Terdepan Cegah Wasting di Usia Dini

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

KUPANG | BuletinNTT.com – Bunda PAUD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ny. Mindriyati Astiningsih Laka Lena, menegaskan peran strategis lembaga PAUD dalam pencegahan wasting pada anak usia dini.

Hal ini disampaikan Bunda PAUD NTT saat membuka Pertemuan Multistakeholder dan Pembelajaran PAUD Peduli Wasting di Kupang, Senin (17/11/2025).

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Bunda PAUD NTT menyampaikan bahwa persoalan wasting atau gizi kurang/gizi buruk masih menjadi tantangan serius di NTT dan membutuhkan peran aktif seluruh lembaga pendidikan anak usia dini.

Baca Juga :  Dari Gereja ke Generasi Emas: TP. PKK NTT Perkuat Gerakan Literasi TBM Horeb Sonraen

Peran Guru PAUD dalam Edukasi Gizi

Menurutnya, guru PAUD memiliki posisi sangat penting dalam memberikan edukasi gizi seimbang, membentuk kebiasaan makan sehat, serta membantu mendeteksi dini masalah gizi pada anak.

“PAUD adalah garda terdepan. Guru-guru kita memiliki sentuhan langsung membentuk pola makan dan perilaku hidup sehat anak sejak dini. Karena itu, PAUD memegang peran besar dalam upaya pencegahan wasting,” tegas Ny. Mindriyati.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Orientasi PAUD Peduli Wasting bagi 100 PAUD se-Kota Kupang yang dilaksanakan 7–9 Oktober 2025 dan menjadi bagian dari kerja sama TP PKK NTT dengan UNICEF Wilayah NTB–NTT.

Baca Juga :  Anggota Swasti Sari Sudah Terlindungi BPJS Kesehatan | Bupati SBD Dorong Masuk BPJS Ketenagakerjaan

Melalui program tersebut, guru PAUD dibekali pengetahuan gizi, kesehatan, sanitasi, hingga praktik parenting class dan gardening untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

Faktor Penyebab Wasting Di NTT

Bunda PAUD NTT juga menekankan bahwa angka wasting di NTT masih dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti asupan gizi yang tidak memadai, tingginya penyakit infeksi, sanitasi buruk, kemiskinan, dan minimnya pemahaman orang tua mengenai kebutuhan gizi anak.