Melalui edukasi dari PAUD, pola konsumsi keluarga diharapkan bisa berubah lebih baik, Anak-anak terbiasa mengkonsumsi makanan dengan menu gizi seimbang.
“Kami berharap seluruh guru PAUD tidak hanya memberikan pembelajaran di kelas, tetapi juga menjadi penggerak perubahan perilaku gizi di rumah dan lingkungan,” ujarnya.
Pertemuan yang menghadirkan fasilitator dari Dinas P&K, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, PERSAGI, UNICEF, serta PAUD penerima manfaat program ini diproyeksikan menghasilkan kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan wasting.
Bunda PAUD NTT mengapresiasi UNICEF dan semua pihak yang terlibat dalam memperkuat upaya pengentasan gizi buruk di NTT.
Ia berharap kerja sama serupa terus berlanjut untuk membangun generasi NTT yang sehat, cerdas, dan berdaya saing, tegas Bunda Asty Laka Lena saat membuka pertemuan tersebut.












