Scroll untuk baca artikel
Sport

Mercy Piwung Protes Keras Kenaikan Harga Tiket ETMC 2025: “Ini Pesta Rakyat, Jangan Bebani Masyarakat!”

Avatar photo
×

Mercy Piwung Protes Keras Kenaikan Harga Tiket ETMC 2025: “Ini Pesta Rakyat, Jangan Bebani Masyarakat!”

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

KUPANG | BuletinNTT.com – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Mercy Piwung, melayangkan protes keras terhadap kenaikan harga tiket semifinal dan final Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2025 di Ende yang mencapai Rp50 ribu untuk ekonomi dan Rp100 ribu untuk kategori VIP.

Mercy menilai penetapan harga tersebut tidak mencerminkan semangat ETMC sebagai pesta rakyat yang selama ini menjadi hiburan utama masyarakat NTT.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Ia menegaskan bahwa akses bagi warga tidak boleh dipersulit hanya karena kebijakan yang terlalu komersial.

Baca Juga :  Kristo Loko Sebut Fiskal NTT Sedang “Turbulensi”, Ketergantungan Dana Pusat Masih Tinggi

“ETMC ini pesta rakyat. Banyak masyarakat kecil ingin menonton langsung, tapi harga tiket yang setinggi ini jelas memberatkan,” ujarnya menegaskan.

Lebih jauh, Mercy mengingatkan bahwa penyelenggaraan turnamen tersebut turut didanai oleh Pemerintah Provinsi NTT, sehingga panitia tidak semestinya menetapkan tarif yang terlalu tinggi.

“Kalau pemerintah ikut mendanai, mestinya ada pertimbangan moral untuk menjaga keterjangkauan harga. Jangan sampai rakyat dibebani,” kata Mercy.

Ia meminta panitia pelaksana, Pemerintah Kabupaten Ende, dan Pemprov NTT untuk meninjau ulang penetapan harga tiket, agar lebih sesuai dengan kemampuan masyarakat serta menjaga marwah ETMC sebagai ajang inklusif bagi semua kalangan.

Baca Juga :  SDI Naimata Juara Spektacipto Cup III Setelah Menang Adu Penalti atas SDK St. Arnoldus

Mercy juga mengingatkan agar panitia di Ende tidak membuat keputusan sepihak yang bertentangan dengan arah kebijakan Asprov PSSI NTT sebagai pemegang otoritas kompetisi.

Menurutnya, penyelenggaraan harus tetap berada dalam koridor regulasi yang berlaku demi menjaga kredibilitas turnamen.