Agus menjelaskan, keberangkatan atlet ke Surabaya menjadi langkah strategis mengingat selama ini para atlet di NTT mengalami keterbatasan event atau kejuaraan.
Dengan berada di luar daerah, mereka memiliki lebih banyak kesempatan mengikuti turnamen dan meningkatkan jam terbang.
“Selama ini kendala kita adalah minimnya event. Dengan mereka kuliah di Surabaya, peluang ikut kejuaraan jauh lebih besar,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan, pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2025, Hapkindo NTT berhasil mengirimkan 11 atlet dan meraih hasil membanggakan berupa 3 medali emas, 5 perak, dan 1 perunggu.
Capaian ini menjadi modal penting menuju target prestasi yang lebih tinggi di PON mendatang.
Dalam waktu dekat, para atlet juga dipersiapkan untuk mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Banyuwangi Open sebagai bagian dari peningkatan kualitas dan evaluasi kemampuan.

Selain fokus pada peningkatan prestasi, Hapkindo NTT juga tengah mendorong pengembangan organisasi dan fasilitas latihan.
Salah satunya dengan menginisiasi pembukaan dojang atau tempat latihan baru di Universitas dr. Sutomo.












