Namun, menurutnya, Dojang Lourdez memiliki tekad untuk meningkatkan kualitas atlet dengan rutin mengikuti kejuaraan di luar NTT.
“Tahun 2025 kami mengikuti kejuaraan nasional di Madiun, Jawa Timur. Tahun ini kami naik level mengikuti kejuaraan Grade B di Semarang. Kami percaya kualitas atlet hanya bisa meningkat kalau berani keluar bertanding,” katanya.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari pengorbanan para orang tua atlet.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua. Ada yang datang mendampingi anaknya sampai membawa keluarga besar. Tanpa dukungan mereka, kami tidak mungkin bisa berangkat ke Semarang,” ujarnya.
Butuh Dukungan Alat dan Sponsor
Ferdinan berharap pembinaan taekwondo di NTT mendapat perhatian lebih serius, terutama menjelang PON 2028 yang akan digelar di NTT dan NTB.
Menurutnya, kebutuhan paling mendesak bukan hanya dana keberangkatan atlet, tetapi juga penyediaan peralatan pertandingan elektronik yang sesuai standar nasional.
Ia juga berharap semakin banyak perusahaan maupun BUMN yang ikut menjadi sponsor agar atlet-atlet NTT memiliki kesempatan mengikuti lebih banyak kejuaraan nasional bahkan internasional.
“Kami yakin atlet NTT punya potensi besar. Yang masih kurang adalah jam terbang, fasilitas pertandingan, dan dukungan sponsor”.












