Menurut Filemon, salah satu kelemahan pembinaan taekwondo di NTT adalah minimnya penggunaan Protector Scoring System (PSS) atau perlengkapan pertandingan elektronik.
“Di NTT kami masih sangat jarang menggunakan alat pertandingan elektronik. Di Semarang kami belajar banyak tentang sistem pertandingan, penggunaan PSS hingga video replay. Itu menjadi pelajaran yang sangat penting untuk pembinaan atlet di daerah,” ujarnya.
Ia berharap ke depan pemerintah daerah dapat menghadirkan fasilitas tersebut agar atlet NTT terbiasa bertanding menggunakan sistem yang sama seperti pada kejuaraan nasional.
Satu Atlet Dipersiapkan Menuju PON
Filemon juga mengungkapkan salah satu atlet Dojang Lourdez kini sedang dipersiapkan mengikuti seleksi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).
Pada kejuaraan di Semarang, atlet tersebut berhasil meraih medali perunggu setelah kalah dari atlet binaan Jawa Tengah yang juga diproyeksikan tampil di PON.
“Kami melihat perkembangan atlet cukup baik. Meski baru meraih perunggu, lawannya memang atlet yang sedang dipersiapkan menuju PON,” ujarnya.
Ketua Dojang: Orang Tua Adalah Kunci Prestasi
Ketua Dojang Lourdez Taekwondo Kupang, Ferdinan Nuga, mengatakan suka duka yang dialami dojangnya hampir sama dengan dojang lain di Kota Kupang.












