BELU | BuletinNTT.com – Warga Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, keluhkan kondisi Jembatan Auktakak yang kondisinya kian memprihatinkan.
Keluhan tersebut disampaikan kepada Wakil Ketua DPRD Kabupaten Belu, Januaria Awalde Berek, saat reses di Desa Mandeu, Sabtu i (14/03/2026).
Warga menyebut aliran sungai sekitar jembatan terus menggerus bagian tepi dan fondasi jembatan. Jika tidak segera ditangani, jembatan tersebut bisa ambrol dan terbawa banjir.
Kepala Desa Mandeu Heribertus Luan, mempertegas dengan meminta penanganan segera dari pemerintah Kabupaten Belu. Salah satunya memindahkan jalur aliran sungai, agar tidak menggerus fondasi jembatan.
Kades Mandeu juga menyampaikan perlu perbaikan deker yang berada di samping SMA Negeri Raimanuk, tepatnya di ruas jalan menuju Dusun Tukunu.
Deker tersebut menurutnya sudah tidak mampu menahan debit air, saat hujan deras sehingga sering meluap dan mengganggu aktivitas warga.
Aspirasi lainnya datang dari Petrus Berek yang meminta agar Pemkab Belu membangun satu unit embung di Dusun Wekrame.
Embung dinilainya dapat membantu menyediakan air bersih bagi masyarakat serta mendukung irigasi lahan pertanian warga.
Aspirasi juga datang dari Gaspar Reu, yang mengusulkan pembangunan bronjong penahan sungai di wilayah Wekrame dan Motamauk.
Bronjong menurut Gaspar untuk mencegah luapan air sungai yang sering mengancam permukiman dan lahan pertanian warga di musim hujan.












