“Sebagai satu tubuh dalam Gereja, kita perlu berjalan seirama dengan tujuan yang sama, yakni mengabdi dan melayani masyarakat,” kata Uskup Hironimus.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu prioritas utama Keuskupan Agung Kupang dalam lima tahun ke depan. Menurutnya, pendidikan yang transformatif sangat penting dalam membentuk kualitas umat sekaligus mempersiapkan masyarakat menghadapi perubahan sosial.
Karena itu, ia mengajak para politisi Katolik untuk mendukung penguatan sektor pendidikan sebagai bagian dari pelayanan sosial Gereja.
Koordinator Politisi Katolik sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat NTT, Leonardus Lelo, mengatakan silaturahmi tersebut diharapkan menjadi langkah awal membangun ruang dialog dan kerja sama yang berkelanjutan.
“Pertemuan ini diharapkan menjadi wadah lahirnya gagasan-gagasan progresif bagi pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, anggota DPRD Provinsi NTT dari Partai Golkar, Simprosa Gandut, mendorong Keuskupan Agung Kupang membuka ruang pembinaan politik bagi generasi muda Katolik.
Menurutnya, pendidikan politik yang berlandaskan ajaran sosial Gereja penting untuk mempersiapkan kader muda Katolik menjadi pemimpin dan pengambil kebijakan di masa depan.












