
Ia menjelaskan, tahun pertama kepemimpinan ditempatkan sebagai tahun fondasi, yakni menata arah, memperbaiki sistem, dan memperkuat tata kelola agar kerja di tahun-tahun berikutnya lebih presisi menyentuh desa, keluarga, dan kantong-kantong kemiskinan.
Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa capaian yang diraih merupakan hasil kerja bersama, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, desa dan kelurahan, hingga seluruh masyarakat NTT.
Secara makro, pertumbuhan ekonomi NTT pada 2025 tercatat 5,14 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, angka kemiskinan pada September 2025 turun menjadi 17,50 persen atau sekitar 1.031.690 jiwa, dibandingkan September 2024 sebesar 19,02 persen.
“Angka-angka ini bukan untuk dibanggakan, tetapi untuk memastikan arah kerja kita dapat diukur dan dikoreksi bersama,” ujarnya.
Meski menunjukkan tren positif, Gubernur mengingatkan bahwa lebih dari satu juta warga NTT masih hidup dalam keterbatasan ekonomi, sehingga penanganan kemiskinan harus dilakukan secara terintegrasi lintas sektor.
Pemerintah Provinsi NTT menetapkan tiga prioritas utama di tahun pertama, yakni menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat pelayanan dasar, dan menggerakkan ekonomi lokal melalui penguatan One Village One Product (OVOP), pemberdayaan UMKM, serta optimalisasi belanja produk lokal.












