Transformasi birokrasi tersebut, lanjut Kristo, akan berdampak langsung pada transformasi kehidupan masyarakat. Ia menilai, sebaik apa pun visi, program, dan perencanaan anggaran yang telah tertuang dalam APBD, semuanya akan menjadi sia-sia jika tidak dieksekusi secara maksimal oleh birokrasi.
“Yang mengeksekusi seluruh program pemerintah adalah para birokrat. Kalau mereka masih bekerja dengan pola lama, maka visi yang bagus pun tidak akan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Kristo juga menekankan pentingnya peran birokrasi dalam menggerakkan dan memberdayakan masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan di daerah. Kesamaan visi, pandangan, dan langkah kerja antara pemerintah daerah, ASN, dan masyarakat dinilainya menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan NTT.
Dengan kepemimpinan Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johnny Asadoma saat ini, Kristo berharap Sekda terpilih mampu menghadirkan perubahan yang nyata dan terukur selama lima tahun ke depan.
“Harus ada perubahan yang measurable. Publik harus bisa membandingkan kondisi lima tahun sebelumnya dengan lima tahun kepemimpinan sekarang. Harus ada transformasi dan branding pemerintahan yang jelas,” pungkasnya.












