Bagi YASPORA NTT dan PKBM Bintang Floresta, kegiatan di SDI Butata menjadi bagian dari kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan anak pascabencana.
Pendampingan tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat menjadi bagian dari perhatian berkelanjutan terhadap kebutuhan anak-anak.
Sebanyak 92 murid dan 12 guru yang terlibat menjadi bagian dari upaya membangun kembali suasana belajar yang aman, nyaman, dan mendukung pemulihan.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diharapkan dapat kembali membangun rasa percaya diri, semangat belajar, serta kemampuan beradaptasi setelah menghadapi situasi pascagempa.
YASPORA NTT dan PKBM Bintang Floresta Nagekeo juga berharap kolaborasi berbagai pihak terus diperkuat untuk mendukung pemulihan anak-anak di wilayah terdampak.
Kehadiran pendamping psikososial di sekolah menjadi salah satu bentuk nyata perhatian terhadap kebutuhan anak dalam proses pemulihan pascabencana.












