Ketua PKBM Bintang Floresta Nagekeo, Aloysius Mango, turut terlibat dalam kolaborasi pelaksanaan pendampingan psikososial tersebut.
Kolaborasi YASPORA NTT dan PKBM Bintang Floresta menjadi bagian dari upaya menghadirkan dukungan langsung kepada anak-anak di wilayah Kabupaten Nagekeo.
Melalui PFA, anak-anak mendapatkan ruang untuk berinteraksi dan mengekspresikan perasaan dalam suasana yang aman serta didukung lingkungan sekolah.
Pendampingan psikososial juga membantu menciptakan ruang bagi anak-anak untuk kembali merasa nyaman dalam menjalani aktivitas sekolah setelah situasi bencana.
Kegiatan serupa menjadi penting karena pemulihan pendidikan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan bangunan dan fasilitas sekolah.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebelumnya menegaskan bahwa pemulihan pascagempa juga mencakup dukungan psikososial bagi peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan.
Hasil pendampingan di wilayah Nagekeo juga menunjukkan pentingnya perhatian terhadap kondisi psikologis murid setelah gempa.
Dalam pendampingan sebelumnya di Nagekeo dan Ngada, ditemukan murid yang mengalami kecemasan dan ketakutan akibat gempa susulan.
Karena itu, keterlibatan sekolah, guru, keluarga, komunitas, serta organisasi sosial menjadi penting dalam mendukung proses pemulihan anak-anak.












