Tak hanya itu, peran guru dalam membentuk karakter dan integritas siswa juga menjadi sorotan utama.
“Guru bukan hanya pengajar, tapi juga pembentuk karakter, nasionalisme, dan perilaku baik siswa,” tegasnya.
Ia mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan menyenangkan, serta menolak segala bentuk diskriminasi dan perundungan.
Transparansi Dana Pendidikan Jadi Sorotan
Salah satu perhatian utama Wagub adalah soal pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Iuran Peserta Didik (IPP), yang sempat menjadi polemik di SMKN 2 Kupang.
“Dana IPP adalah dana publik. Harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan digunakan sepenuhnya untuk mendukung kebutuhan siswa,” ujar Johanis dengan tegas.
Diketahui, siswa di SMKN 2 Kupang dikenakan IPP sebesar Rp150.000 per bulan atau Rp1,8 juta per tahun, sebagian besar digunakan untuk insentif tugas tambahan guru. Isu ini telah menjadi perhatian Gubernur dan Wagub.
Wagub juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTT tengah menyusun rancangan regulasi baru yang mengatur lebih ketat soal pendanaan pendidikan agar tidak disalahgunakan.
Apresiasi Sekolah dan Harapan Masa Depan
Plt Kepala SMKN 2 Kupang, Lazarus Dara Nguru, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Gubernur yang dinilai memberi semangat baru di awal tahun ajaran.












