“Di NTT, forum seperti ini penting karena masih jarang kita duduk bersama lintas bidang untuk membahas isu kesehatan”.
Kami berharap hasil-hasil penelitian dari konferensi ini bisa menjembatani ilmu dengan kebijakan,” ujar dr. Lada.

Sementara itu, Ketua Panitia, dr. Deif Tunggal, S.Ked, Sp.An-TI, menjelaskan bahwa konferensi kali ini juga membahas resistensi antimikroba, termasuk fenomena menurunnya efektivitas antibiotik akibat penggunaan yang tidak bijak, baik di bidang kedokteran, peternakan, maupun pertanian.
Hadirkan Presentasi Ilmiah & Budaya Lokal
Selain sesi pleno, konferensi ini juga menampilkan presentasi ilmiah dalam bentuk oral presentation dan poster presentation dari akademisi Undana dan peserta internasional, dengan topik mulai dari gizi klinis, toksikologi tumbuhan, hingga tantangan zoonosis global.
Konferensi ditutup dengan pemberian penghargaan untuk presentasi terbaik dan pertunjukan budaya khas Nusa Tenggara Timur sebagai bentuk pelestarian dan apresiasi terhadap kearifan lokal.
Perkuat Kolaborasi Internasional
Melalui ICAHMedScience 2025, Undana menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring kerja sama internasional dan mendukung pembangunan kesehatan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan.












