“Seminar itu bukan rapat biasa. Di sinilah gagasan diuji, dibedah, lalu disebarluaskan. Hasilnya nanti bisa menjadi saran atau solusi bagi pemerintah,” ujar Prof. Sanam.
Ia juga menyoroti pentingnya menerjemahkan bahasa ilmiah menjadi bahasa populer agar lebih mudah dipahami masyarakat dan pengambil kebijakan.
Rektor Undana juga menyinggung isu stunting dan kemiskinan sebagai contoh penting bahwa persoalan kesehatan tidak bisa dilihat hanya dari sisi klinis, tetapi juga dari faktor sosial dan struktural.
Hadirkan Pembicara Internasional
Konferensi ICAHMedScience 2025 menghadirkan sejumlah narasumber utama (keynote speakers) dari berbagai negara, di antaranya:
Prof. Dr. Santad Wichienchot (Prince of Songkla University, Thailand): Prebiotic and Probiotic in Human and Pet Foods
Prof. Dr. Djoko Agus Purwanto, Apt, M.Si. (Universitas Airlangga): The Role of EGCG from Green Tea as Cancer Chemopreventive Agent
Dr. Gillian Marshman, BMBS, FACD (Flinders University, Australia): One Health and Antimicrobial Resistance
dr. Florindo Cardosa Gomes, M.Biomed (AAM), MARS, M.H.Kes (Universitas Katolik Timor Leste): Kesiapsiagaan Menghadapi Wabah Rabies
Bahas Isu Kesehatan Lokal hingga Global
Dekan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Undana, dr. Christina Olly Lada, M.Gizi, menekankan pentingnya forum ini untuk menyatukan berbagai disiplin ilmu demi menyelesaikan masalah kesehatan secara menyeluruh.












