Kehadiran siswa dari SMA Saint Carolus dan SMA Geovani turut menambah semarak dan warna dalam kegiatan ini.
Kepala SMP Katolik Adisucipto Penfui Kupang, Romo Yonas Kamlasi, menegaskan bahwa Pensi bukan sekadar ajang hiburan, melainkan ruang bagi siswa untuk menemukan dan mengembangkan potensi diri.
“Sejak awal masuk sekolah, kami sudah memberikan peminatan agar siswa dapat berkembang sesuai minat dan kemampuan mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendidikan di sekolah tersebut tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga mendorong pertumbuhan karakter dan kreativitas siswa secara menyeluruh.
Momentum Pensi kali ini juga semakin istimewa dengan peluncuran dua buku sebagai bagian dari penguatan literasi.
Buku pertama berjudul “Membaca Kualitas Pendidikan, Menulis Cara Mengajar” karya Arwindo Thius bersama tim guru.
Sementara buku kedua, “Detak yang Rapuh”, merupakan karya siswa, Matildis Baimetan.
Peluncuran ini menjadi bukti bahwa kreativitas tidak hanya hadir di atas panggung, tetapi juga berkembang dalam dunia literasi.

Staf Ahli Wali Kota Kupang Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Pauto Wirawan Neno, SH, yang hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi.












