Sementara itu, Ketua Forum TBM NTT Polikarpus Do, menyampaikan komitmen kuat pengurus daerah dalam memperkuat kelembagaan.
Ia menegaskan bahwa saat ini seluruh pengurus terlibat aktif, meski tidak lagi didominasi oleh pegawai.
“Kami sedang memproses verifikasi 10 TBM yang akan segera ditindaklanjuti. Koordinasi akan diperkuat melalui peran sekretaris, meskipun kami akui dalam satu tahun terakhir masih perlu pembenahan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa struktur kepengurusan akan segera direvisi guna memperkuat sistem organisasi.
Saat ini, Forum TBM telah terbentuk di 22 kabupaten/kota di NTT, yang menjadi tanggung jawab bersama pengurus provinsi untuk terus dibina.
Lebih lanjut, Ketua Forum TBM NTT menyatakan dukungannya terhadap program pemerintah daerah, termasuk program One School One Product (OSOP) yang digagas Pemerintah Provinsi NTT.
TBM dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung penguatan literasi di jenjang pendidikan dasar hingga menengah.
“TBM bukan hanya mengurus organisasi, tetapi juga hadir langsung dalam mendukung litera wssi di masyarakat. Kami siap mendukung program prioritas pemerintah provinsi,” tegas Polikarpus
Dengan semangat kolaborasi antara pusat dan daerah, Forum TBM optimistis dapat memperluas jangkauan literasi dan menghadirkan lebih banyak program bermanfaat bagi masyarakat NTT.












