Beberapa kementerian bahkan menyediakan program afirmasi dengan kuota khusus bagi daerah di kawasan timur Indonesia.
Namun peluang tersebut sering kali belum dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan informasi dan kurangnya persiapan dari para siswa.
“Selama ini ada kuota afirmasi untuk Indonesia Timur, tetapi sering tidak terisi karena banyak siswa belum mengetahui peluang tersebut atau belum siap mengikuti seleksi,” katanya.
Karena itu, melalui kegiatan pendampingan ini diharapkan siswa dapat memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai jalur seleksi, persyaratan pendaftaran, hingga strategi menghadapi ujian.
“Sekarang tidak ada lagi alasan. Siapa pun bisa masuk jika memiliki kemampuan akademik dan kesiapan yang baik,” ujarnya.
Selain materi terkait UTBK dan jalur masuk perguruan tinggi, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi untuk memperkenalkan peluang pendidikan di sekolah kedinasan.
Salah satunya dari Dinas Perhubungan Provinsi NTT. Dalam pemaparannya, Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub Provinsi NTT, Jan Piter Liunome, menjelaskan berbagai peluang pendidikan di sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan.
Ia mengatakan terdapat sejumlah sekolah kedinasan di bidang transportasi dengan berbagai pola pendidikan, mulai dari pola mandiri hingga pola pembibitan daerah.












