KUPANG, BuletinNTT.com – Program One School One Product (OSOP) dinilai dapat menjadi pendorong transformasi literasi di sekolah-sekolah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Melalui pendekatan berbasis produksi, OSOP tidak hanya mendorong lahirnya produk unggulan dari setiap sekolah, tetapi juga memperkuat kemampuan literasi siswa secara kontekstual dan aplikatif.
Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) NTT, Polikarpus Do, menyebutkan bahwa OSOP berpotensi meningkatkan literasi fungsional peserta didik.
OSOP Literasi Rill
Menurutnya, literasi tidak lagi dipahami sebatas kemampuan membaca dan menulis, melainkan bagaimana siswa mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata.
“OSOP membantu siswa mengembangkan literasi fungsional dengan menerapkan konsep-konsep pembelajaran dalam konteks riil di lingkungan mereka,” ujarnya, Sabtu (07/02/2026).
Selain itu, program ini juga dinilai efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Proses produksi yang dijalankan siswa, mulai dari perencanaan, pengolahan hingga pemasaran produk, menuntut adanya analisis, pemecahan masalah, serta pengambilan keputusan yang tepat.
OSOP juga mendorong tumbuhnya kesadaran ekonomi kritis di kalangan pelajar, dengan memahami potensi dan struktur sosial-ekonomi di wilayahnya, siswa diajak untuk lebih reflektif dan adaptif dalam melihat peluang usaha maupun tantangan yang ada.












