“Uji validitas dan reliabilitas instrumen harus dilakukan dengan mengacu pada teori yang relevan. Ini penting untuk memastikan data yang dihasilkan benar-benar dapat dipercaya. Dengan demikian, peneliti perlu memberikan informasi yang jelas tentang teori yang mendasari pengembangan instrumen, bagaimana indikatornya, dan mengapa indikator tersebut mampu menangkap fenomena variabel penelitian, dan tentu aspek psikometrik instrumen harus jelas,” jelas Jusuf.
Menurutnya, kesesuaian teknik analisis data dengan jenis data yang digunakan juga menjadi faktor penting dalam menghasilkan kesimpulan yang akurat.
Ia turut menekankan penggunaan perangkat lunak atau aplikasi analisis data (seperti SPSS, SmartPLS, atau NVivo sesuai kebutuhan penelitian) sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketepatan pengolahan data.
Di sisi lain, penetapan parameter pengujian, kriteria, atau klasifikasi harus dilakukan secara konsisten agar interpretasi hasil tidak menimbulkan kerancuan. Semua itu harus dijalankan dengan tetap mematuhi etika penelitian. Integritas adalah kunci dalam dunia akademik.
Saat menyusun hasil penelitian, Jusuf menyoroti pentingnya penyajiannya harus runtut dan mudah dipahami oleh publik maupun kalangan akademik.












