KUPANG | BuletinNTT.com – Perjalanan pendidikan tidak selalu berjalan mulus bagi setiap orang.
Bagi Charles Julius Batamani, jalan menuju bangku kuliah justru dipenuhi lika-liku, kegagalan, dan titik terendah yang sempat membuatnya keluar dari sistem pendidikan formal.
Charles memulai pendidikannya di SMK Negeri 2 Ende. Namun, langkahnya terhenti saat masih duduk di bangku kelas 1.
“Waktu itu saya keluar di semester dua. Faktor ekonomi jadi alasan utama, tapi saya juga akui ada pengaruh dari diri sendiri yang masih malas,” ungkapnya jujur.

Berusaha bangkit, Charles mencoba melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Wolowae, Kabupaten Nagekeo. Sayangnya, kesempatan kedua itu pun tidak bertahan lama.
“Saya hanya sampai semester satu. Setelah itu saya keluar lagi karena masalah ekonomi,” katanya.
Kondisi tersebut membuatnya sempat kehilangan arah. Putus sekolah dua kali bukan hal mudah untuk diterima, apalagi di tengah keterbatasan ekonomi dan situasi pribadi yang belum stabil.
Namun, titik balik datang pada awal 2017. Charles memutuskan merantau ke Kupang. Di kota inilah ia diperkenalkan dengan PKBM Bintang Flobamora—lembaga pendidikan nonformal yang membuka akses belajar bagi anak-anak putus sekolah.












