“Ini bukan sekadar jabatan, tapi panggilan untuk memastikan setiap anak di NTT mendapatkan pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan yang layak sejak dini,” tegas Asty Laka Lena.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama yang erat antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, tenaga pendidik, PKK, Posyandu, dan masyarakat dalam mewujudkan layanan PAUD yang menyentuh semua lapisan, termasuk di daerah-daerah terpencil.
“Kami akan fokus pada peningkatan kapasitas pendidik PAUD, penyediaan sarana bermain edukatif, serta penguatan layanan gizi dan kesehatan. Kita ingin PAUD di NTT menjadi rumah pertama yang aman dan mendidik bagi setiap anak,” tambahnya.
Empat Fokus Penguatan PAUD di NTT
Dalam forum tersebut, Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan empat arah kebijakan utama yang akan menjadi fokus bersama:
1. Penguatan Peran Bunda PAUD:
Mendorong Bunda PAUD menjadi tokoh sentral dalam memperluas layanan PAUD, terutama di wilayah pedesaan dan terpencil.
2. Peningkatan Kapasitas Pendidik:
Memberikan pelatihan dan dukungan untuk tenaga pendidik PAUD agar mampu memberikan layanan yang optimal dan menyenangkan bagi anak usia dini.
3. Pemenuhan Gizi dan Sanitasi:
Mengintegrasikan program gizi anak, akses air bersih, dan sanitasi layak dalam pengelolaan satuan PAUD.












