Masing-masing lembaga diikuti oleh lima peserta yang didampingi oleh proktor dan pengawas ruangan.
Seluruh proses berjalan tanpa kendala berarti, baik dari sisi teknis maupun administrasi.
“Monitoring ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan pendidikan non formal dan membantu para murid untuk mencapai prestasi yang lebih baik,” tambah Ifran Karim.
Diskusi dan Penguatan Peran PKBM
Selain melakukan monitoring TKA, BPMP Provinsi NTT juga menggelar diskusi bersama pengelola PKBM guna mendengarkan aspirasi dan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.
Dalam sesi tersebut, Polikarpus Do, Kepala Departemen Kelembagaan dan Program, Pengurus Pusat Forum Komunikasi PKBM Indonesia, menegaskan bahwa PKBM memiliki peran strategis dalam membangun peradaban masyarakat.
“Sebagai pusat pembelajaran, PKBM menyediakan akses pendidikan yang fleksibel untuk semua usia.” jelas Polikarpus.
Ia menambahkan, PKBM juga berfungsi sebagai social development centre—tempat di mana warga belajar dapat berinteraksi, bertukar informasi, dan memperkaya kehidupan sosial serta budaya masyarakat.
“PKBM bisa melahirkan masyarakat belajar yang inovatif dan berdaya saing, yang tidak hanya menuntut ilmu tetapi juga menciptakan perubahan di lingkungannya,” pungkasnya.












