1. Revitalisasi Sekolah
Program ini mencakup rehabilitasi ruang kelas rusak, pembangunan laboratorium dan perpustakaan, penyediaan sanitasi layak, akses ramah disabilitas, hingga penataan lingkungan sekolah. Tujuannya menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.
2. Digitalisasi Pendidikan
Meliputi penyediaan perangkat TIK, akses internet, pemanfaatan platform pembelajaran digital, serta pelatihan guru dalam pembelajaran berbasis teknologi. Transformasi ini diharapkan memperluas akses belajar, terutama di wilayah terpencil.
3. Sekolah Terintegrasi
Model pengelolaan pendidikan terpadu yang mengintegrasikan layanan dalam satu sistem efisien dan adaptif terhadap kebutuhan daerah, termasuk optimalisasi sumber daya guru dan sarana prasarana.
4. Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB)
Ditegaskan harus objektif, transparan, dan berkeadilan. Sistem ini diarahkan untuk memastikan pemerataan akses pendidikan tanpa diskriminasi serta meminimalkan ketimpangan antar sekolah.
5. Wajib Belajar 13 Tahun dan Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS)
Pemerintah menargetkan perluasan akses pendidikan dari PAUD hingga jenjang menengah. Pendataan ATS, program afirmasi bagi keluarga kurang mampu, serta kolaborasi lintas sektor menjadi strategi utama mencegah putus sekolah.












