Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Belajaraya Kupang 2026: Ruang Kolaborasi Lintas Sektor, Perkuat Ekosistem Pendidikan Berbasis Komunitas di NTT

Avatar photo
×

Belajaraya Kupang 2026: Ruang Kolaborasi Lintas Sektor, Perkuat Ekosistem Pendidikan Berbasis Komunitas di NTT

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi
Kegiatan BelajarRaya Kota Kupang

“Komunitas tidak bisa berjalan sendiri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kita perlu duduk bersama, berdiskusi, dan merancang langkah nyata,” katanya.

Yohanes Yosef Seran Klau, ST | Ketua Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN Kota Kupang).

Ia juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam mendukung gerakan komunitas agar hasil diskusi dan gagasan yang lahir dapat diimplementasikan dalam bentuk kebijakan dan program konkret.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Menurutnya, berbagai isu seperti perubahan iklim, kekerasan, dan persoalan sosial lainnya perlu menjadi bagian dari diskursus pendidikan yang lebih luas.

Belajaraya, Gerakan Nasional yang Terus Bertumbuh

Albertus Lake, awardee LPDP sekaligus mahasiswa S2 Universitas Nusa Cendana Kupang, menjelaskan bahwa Belajaraya merupakan bagian dari gerakan pendidikan nasional yang telah berkembang sejak tahun 2016.

Baca Juga :  Hasil Mediasi Kemenkop : Imelda Anin tetap Pimpin KSP Kopdit Swasti Sari

“Awalnya dikenal sebagai ‘Pesta Pendidikan’, kemudian berkembang menjadi gerakan Semua Murid Semua Guru. Ini adalah gerakan yang mendorong pembelajaran dari siapa saja dan untuk siapa saja,” jelasnya.

Albertus Lake, S. Tr. Pt | Mahasiswa S2 Undana Kupang Awardee LPDP – PK – 270