“Kami ingin generasi muda terbina dengan baik dalam literasi sehingga mampu mengungkapkan ide dan gagasan secara lebih terstruktur. Literasi menjadi bekal yang sangat penting bagi masa depan mereka,” katanya.
Hery mengungkapkan, pelatihan penulisan esai yang digelar saat ini merupakan gelombang kedua dari rangkaian kegiatan serupa yang dilaksanakan Balai Bahasa NTT. Pada gelombang berikutnya, pihaknya kembali akan melibatkan sekitar 200 peserta.
Menariknya, hasil karya peserta tidak hanya berhenti pada tingkat pelatihan. Sebanyak 10 karya terbaik nantinya akan diseleksi untuk mengikuti kompetisi di tingkat nasional bersama karya-karya terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kami berharap lahir karya-karya yang berkualitas. Nanti 10 karya terbaik akan dikirim untuk mengikuti seleksi lebih lanjut dan bersaing dengan karya dari daerah lain di Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hery menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun budaya literasi di daerah. Karena itu, Balai Bahasa NTT secara rutin melakukan seleksi dan pembinaan terhadap pemuda yang memiliki komitmen terhadap pengembangan bahasa dan literasi.












