JAKARTA | BuletinNTT.com – Nama Isuzu Panther masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia.
Meski produksinya resmi dihentikan pada 2020, mobil diesel yang dijuluki “Rajanya Diesel” ini tetap eksis di pasar mobil bekas dan terus diburu hingga kini.
Sejak pertama kali diperkenalkan pada 1991 oleh Isuzu, Panther dikenal sebagai kendaraan keluarga yang tangguh, irit bahan bakar, dan mudah perawatannya.
Tak heran jika mobil ini menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan andal untuk penggunaan jangka panjang, termasuk di daerah dengan medan berat.
Salah satu keunggulan utama Panther terletak pada mesin diesel 2.500 cc berkode 4JA1-L yang terkenal bandel dan minim perawatan.
Mesin ini bahkan mampu menggunakan bahan bakar solar dengan kualitas standar, menjadikannya solusi ekonomis di tengah fluktuasi harga BBM.
Selain itu, Panther juga dikenal memiliki suspensi yang nyaman dan kuat, membuatnya mampu melibas berbagai kondisi jalan, mulai dari perkotaan hingga pedesaan.
Kapasitas penumpangnya yang besar menjadikannya ideal sebagai kendaraan keluarga maupun angkutan.
Pada era 2000-an, Panther mengalami pembaruan desain yang dikenal dengan sebutan “Panther Kapsul”. Varian seperti LM, LS, hingga Grand Touring menjadi favorit karena menawarkan tampilan lebih modern dengan fitur yang lebih lengkap.












