KRQA-SQC menilai keselamatan kapal memiliki keterkaitan erat dengan kompetensi, perlindungan, dan kesejahteraan pelaut sebagai pelaksana utama operasional.

Audit juga menelusuri keterhubungan antara manajemen pusat, DPA, Marine & Technical Department, Master, Officers, Crew, hingga Shipboard Operations.
“Kapal yang kuat bukan hanya ditentukan oleh mesinnya, tetapi oleh sistem, manusia, dan budaya keselamatan yang menggerakkannya,” ujar Karolus Karni Lando.
Menurutnya, pendekatan audit terintegrasi diperlukan agar Quality, Environmental Protection, Occupational Health & Safety, Ship Safety, dan Seafarers’ Welfare berjalan secara konsisten.
Melalui audit tersebut, KRQA-SQC berharap TYM semakin mampu meningkatkan kualitas layanan, keselamatan operasi, keandalan kapal, perlindungan lingkungan, serta kesejahteraan pelaut.
Proses tersebut sekaligus diharapkan memperkuat budaya continual improvement perusahaan dalam menghadapi tuntutan industri maritim yang semakin kompleks.












