Sementara itu, Bidang I TP PKK membuka ruang diskusi melalui talkshow dan seminar tentang pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk isu pekerja anak.

Sentuhan edukasi juga terasa melalui kegiatan literasi yang digelar Pokja II TP PKK di Taman Baca Masyarakat (TBM) Generasi Emas, melibatkan anak-anak pemulung dan anak jalanan.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Provinsi NTT memberikan edukasi terkait deteksi dini kanker payudara, kanker serviks, serta pencegahan HIV/AIDS.
Dampingan Terhadap Kaum Perempuan
Nuansa budaya semakin kuat ketika para penenun memperagakan proses menenun tradisional.
Proses ijin mulai dari pemisahan lidi, pengolahan kapas, pewarnaan alami, hingga penjelasan akademik tentang filosofi tenun yang melibatkan akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana).
Berbagai produk turunan tenun dan kuliner khas NTT turut dipamerkan, menambah warna dalam perhelatan ini.
Puncak kegiatan ditandai dengan jalan sehat bertema “NTT Berwarna 2025”, sebuah simbol keberagaman suku, bahasa, dan budaya di NTT.












