Frids juga mengungkapkan adanya peningkatan signifikan pemahaman peserta. Berdasarkan hasil pre-test, hanya sekitar 30 persen peserta yang memperoleh nilai baik.
Namun setelah pemaparan materi dan simulasi, hasil post-test meningkat menjadi 85 persen peserta dengan kategori sangat baik.
Komitmen Pertamina Bangun Budaya K3
Sementara itu, Pjs. Manager AFT El Tari, Wikra Saputra, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pertamina dalam membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan, tidak hanya di lingkungan perusahaan, tetapi juga di masyarakat.
“Pertamina melalui AFT El Tari berkomitmen mewujudkan lingkungan yang mengedepankan keselamatan, termasuk mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman dari berbagai potensi bahaya, seperti kebakaran,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari Kepala SMAN 4 Kupang, Fransiskus X. Balu Lowa, yang menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan.
“Ini menjadi pengalaman pertama kami mendapatkan materi pemadaman kebakaran. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa dan guru dalam menambah pengetahuan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di lingkungan sekolah,” ungkapnya.











