Serena juga menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa ditangani oleh pemerintah saja, melainkan butuh kolaboratif. “Kita tidak bisa bekerja sendiri mewujudkan Kota Kupang hijau dan berdaya saing,” tambahnya.
Dorong Efisiensi dan Keselamatan Kerja
AFT Manager El Tari Kupang, Ahmad Hidayah, menjelaskan bahwa bantuan Hoist Crane merupakan bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja.
“Penggunaan Hoist Crane akan mempercepat proses pengangkutan sampah, menurunkan risiko cedera akibat beban berat, serta meningkatkan produktivitas pekerja”.
“Kami ingin memastikan pekerja bank sampah sebagai garda terdepan kebersihan kota Kupang mendapat fasilitas dan pelatihan yang menjamin keselamatan dan kesehatan kerja,” jelas Ahmad.
Dampak Signifikan Bagi Bank Sampah
Direktur Bank Sampah Mutiara Timor, Meilsi Anita Mansula, mengungkapkan bahwa bantuan ini membawa perubahan besar.
“Sebelum ada Hoist Crane, pemindahan balling press dilakukan manual oleh 4–5 pekerja dan bisa memakan waktu hingga 15 jam”. Sekarang, hanya butuh 2 pekerja dengan waktu sekitar 5 jam”.
Selain mempercepat kerja, risiko cedera juga berkurang drastis. Pekerja tidak lagi kelelahan hingga harus beristirahat keesokan harinya,” ungkap Meilsi.











