“Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat adalah kunci menghadapi persoalan lingkungan”.
“Pengelolaan sampah yang tepat tidak hanya menghadirkan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Viktorinus Manek menyampaikan apresiasi atas komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan desa melalui program TJSL berkelanjutan.
“Program Kampung SABU menjadi contoh nyata kolaborasi produktif antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Inisiatif seperti ini tidak hanya memperkuat ekonomi warga, tetapi juga membangun budaya lingkungan bersih yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Komitmen Dampak Berkelanjutan
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa program CSR perusahaan dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang.
“Program TJSL Pertamina Patra Niaga tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan, tetapi juga pada penciptaan nilai ekonomi dan peningkatan kapasitas masyarakat.
“Melalui pembinaan terstruktur dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kami mendorong lahirnya kelompok-kelompok mandiri yang mampu mengelola potensi lokal secara produktif,” jelasnya.











