Oleh: Yosef Franklin Estrada, S.H
KUPANG | BuletinNTT.com – Di ujung timur pulau, terbentang Kota Kupang dengan keindahan dan kekerasan batu karangnya. Bagi anak rantau, kota ini adalah arena pertarungan yang sengit, tempat di mana mimpi dan perjuangan berpadu.
Kerasnya batu karang di Kota Kupang tak hanya sekedar metafora, tetapi juga realita yang harus dihadapi setiap hari yang memberi makna untuk menuntut anak rantau supaya memiliki mental yang kuat dan tekad yang bulat.
Kupang Kota Kasih
Kupang, dengan julukan ‘Kota Kasih’i, telah menjadi rumah kedua bagi banyak anak rantau. Lingkungan yang penuh kasih sayang di Kota Kupang membuat anak rantau tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, lebih peduli terhadap sesama, dan lebih menghargai hidup.
Anak rantau bagaikan benih yang berusaha tumbuh di celah-celah bebatuan harus berjuang keras untuk mendapatkan air dan sinar matahari, menghadapi ancaman hama dan penyakit, namun, dengan kesabaran dan ketekunan, benih itu akhirnya tumbuh menjadi pohon yang kokoh dan rindang.
Begitu pula dengan anak-anak rantau, mereka pun akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan sukses. Bagaikan perahu layar yang berjuang menerjang ombak dan menghantam karang.











