
Vaksinasi akan dilakukan mulai tanggal 8 September hingga Oktober 2025, dengan total waktu pelaksanaan 24 hari kerja.
“Target kami 200 ribu dosis vaksin, dengan sasaran utama anjing sebagai hewan penular rabies (HPR). Setiap tim ditargetkan memvaksin sekitar 60–80 ekor per hari,” jelasnya.
Dibantu Aplikasi Digital dan Dana Internasional
Para relawan juga dilatih untuk menggunakan aplikasi digital yang dikembangkan oleh Mission Rabies guna memantau pelaksanaan vaksinasi secara real time.
Program ini mendapat dukungan dari dana luar negeri, serta komitmen penuh dari pemerintah daerah.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Yohanes Octovianus, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama antara Pemprov NTT, PHDI dan Mission Rabies untuk mendesain dan menghapus rabies dari NTT.
“Pelatihan ini jadi langkah awal, sebelum turun ke lapangan kita pastikan semua vaksinator punya kapasitas yang sama. Harapan kami, tahun 2025 rabies bisa dieliminasi dari NTT,” tegasnya.
Kolaborasi Lintas Batas dengan Timor Leste
Perwakilan Mission Rabies Andrew J. Beron, Ph.D. menyebutkan bahwa mereka telah bekerja di berbagai negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin, termasuk Indonesia dan Timor Leste.












