Apresiasi untuk Kader Posyandu
Arum Titu Eki memberikan apresiasi tinggi kepada para kader Posyandu yang disebutnya sebagai “pahlawan kesehatan” di tengah masyarakat. Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi kader, termasuk keterbatasan anggaran di tingkat desa.
“Banyak kader bekerja tanpa pamrih, bahkan dalam kondisi serba terbatas. Namun mereka tetap setia melayani. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” tegasnya.
Transformasi Posyandu Menuju 6 SPM
Sementara itu, Ketua Pembina Posyandu Provinsi NTT, Asty Laka Lena, menjelaskan bahwa Posyandu kini telah mengalami transformasi sesuai kebijakan terbaru, tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Posyandu sekarang bukan hanya tempat penimbangan balita, tetapi pusat pelayanan terpadu yang mencakup kesehatan, pendidikan, sosial, perumahan rakyat, pekerjaan umum, dan perlindungan masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, penerapan 6 SPM dapat dilakukan secara sederhana dan bertahap, misalnya melalui penyediaan pojok baca sebagai bagian dari layanan pendidikan, serta penyaluran bantuan sosial melalui Posyandu.












