“Inovasi seperti ini perlu kita dorong agar rumah sakit-rumah sakit lain di NTT juga bisa berinovasi, menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” tambah Gubernur.
Komitmen Peningkatan Sarana RSUD Johannes
Lebih lanjut, Gubernur Melki menyatakan komitmennya bersama Wakil Gubernur Johanis Asadoma, DPRD Provinsi NTT, serta Pemerintah Pusat untuk terus meningkatkan sarana dan prasarana RSUD Johannes.
Salah satu pengembangan yang direncanakan adalah menghadirkan layanan DSA (Digital Subtraction Angiography), teknologi radiologi canggih untuk mendukung diagnosa penyakit jantung dan pembuluh darah.
Ia juga menyinggung pentingnya menjaga semangat pelayanan yang humanis, dengan mengutip pesan mantan Gubernur NTT, dr. Ben Mboi.
“Layanilah setiap pasien seperti melayani keluargamu sendiri. Pelayanan kesehatan yang hebat itu bukan hanya soal alat canggih, tapi sikap ramah dan penuh kasih terhadap pasien,” tegas Gubernur.
RSUD Johannes Jadi Kebanggaan NTT
Gubernur menutup sambutannya dengan harapan agar RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes terus menjadi rumah sakit rujukan utama dan kebanggaan masyarakat NTT.
“Kita harus rawat dan kembangkan rumah sakit ini agar tetap menjadi simbol kemajuan pelayanan kesehatan di NTT, sekaligus penghormatan bagi Prof. Dr. W.Z. Johannes, putra NTT pertama yang jadi ahli radiologi di Indonesia,” pungkasnya.












