Ritual adat Pad’awu yang akan berlangsung selama tiga hari tersebut memiliki makna penting bagi masyarakat Kampung Adat Yaru Wora.
“Ritual ini memberikan makna melakukan pembersihan dari kehidupan sebelumnya untuk menuju hidup baru”.
“Simbol warga yang tinggal di kampung adat ini menjalani kehidupan yang akan datang terbebas dari sakit penyakit dan musibah, karena rumah atau U’ma kami sudah bersih,” jelasnya.
Ritual tersebut menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat setempat untuk memulai kembali kehidupan yang lebih baik setelah musibah.
Dalam semangat gotong royong dan dukungan berbagai pihak, warga Kampung Adat Yaru Wora kini berupaya membangun kembali rumah serta menata kehidupan mereka menuju masa depan yang lebih baik.

Berikut nama anggota Keluarga yang juga anggota Kopdit Swasti Sari Penerima Bantuan Sosial di Kampung Yaru Wora, Sumba Barat:
1. Paulina Meti
2. Rahel Rara Moto
3. Toro Boga
4. Christopel Kedu Banyo
5. Kedu Banyo
6. Kalvin R. Lobo
7. Marthen Tada Hagga












