“Terima kasih atas bantuan dan kepedulian yang diberikan. Ini sangat membantu kami untuk bangkit dan membangun kembali kehidupan di kampung adat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil General Manager Kopdit Swasti Sari, Kasmirus Kopong, menyampaikan bahwa peristiwa kebakaran tersebut memiliki makna yang lebih dalam bagi kehidupan manusia.
“Peristiwa alam di kampung ini dimaknai sebagai Tuhan Sang Pencipta memberikan tanda untuk kita manusia selalu hidup dalam kewaspadaan dan berjaga-jaga”,.
“Sambil berbuat baik dan benar sebagai wujud hukum kasih yang dikaruniakan Tuhan kepada kita untuk kehidupan yang rukun damai di muka bumi ini,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa penyerahan bantuan ini bertepatan dengan momentum pelaksanaan ritual adat Pad’awu yang akan segera dimulai.
“Penyerahan hari ini bertepatan dengan waktu yang akan dimulainya peristiwa adat Pad’awu yang akan dilaksanakan besok, 27 Maret sampai dengan 29 Maret, untuk membangun dan mendirikan rumah ini kembali,” tambahnya.













