Kupang, BuletinNTT.com – Di tengah perubahan zaman dan tantangan digitalisasi, banyak koperasi di Indonesia mulai kehilangan relevansi. Tak sedikit yang hanya tinggal nama, atau dalam istilah populer, menjadi “koperasi dinosaurus.”
Namun hal ini justru menjadi cambuk bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Swasti Sari Kupang untuk terus berinovasi agar tetap eksis dan dipercaya oleh anggotanya.
Sebagai salah satu koperasi terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dan tercatat masuk dalam 100 koperasi terbesar di Indonesia, KSP Swasti Sari tak ingin terjebak dalam zona nyaman. Inovasi demi inovasi terus dilakukan, demi menjawab kebutuhan zaman dan menjangkau lebih banyak anggota.
“Kami tidak ingin jadi lembaga ‘dinosaurus’. Koperasi Swasti Sari harus relevan, adaptif, dan terus berkembang bersama anggotanya,” tegas Kasmirus Kopong, Wakil General Manager (WGM) KSP Swasti Sari Kupang.
Layanan Digital dan ATM Koperasi
Salah satu langkah nyata yang telah dilakukan adalah digitalisasi layanan koperasi, termasuk penyediaan ATM koperasi bagi anggota. Langkah ini mempermudah transaksi keuangan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan koperasi modern.












