Ia menambahkan bahwa keberhasilan sebuah koperasi tidak hanya diukur dari besarnya aset yang dimiliki, tetapi juga dari kualitas anggotanya.
“Ketika anggota memiliki pengetahuan yang baik tentang koperasi dan mampu mengelola keuangan secara bijaksana, maka manfaat koperasi akan benar-benar dirasakan oleh keluarga dan masyarakat. Karena itu, pendidikan harus terus menjadi budaya di Kopdit Swasti Sari,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menerima materi mengenai jati diri Koperasi Kredit Swasti Sari, peranan pendidikan dalam koperasi, prinsip-prinsip koperasi kredit, pembangunan manusia melalui koperasi, manajemen kredit, penyusunan anggaran pendapatan dan belanja keluarga, kesetaraan gender dalam koperasi, sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU), serta struktur organisasi Kopdit Swasti Sari.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk menggali lebih dalam berbagai materi yang disampaikan.
Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat anggota untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan koperasi.
Melalui Pendidikan Dasar ini, KSP Kopdit Swasti Sari berharap setiap anggota semakin memahami hak dan kewajibannya sebagai bagian dari koperasi, memiliki kemampuan mengelola keuangan keluarga secara lebih terencana, serta terus menumbuhkan semangat gotong royong dalam membangun kesejahteraan bersama.












