LARANTUKA | BuletinNTT.com – Di antara deretan pedagang di Pasar Baru Larantuka dan Pasar Waiwadan, nama Maria Mitan dikenal sebagai salah satu pelaku usaha yang konsisten memajukan produk budaya lokal.
Selama tujuh tahun menjadi anggota Kopdit Swasti Sari, Maria menjadikan usahanya bukan sekadar tempat berdagang, tetapi juga ruang hidup bagi warisan tenun Flores Timur.
Maria Mitan: Kopdit Swasti Sari Membantu Saya
Berangkat dari Sarotari, Lorong Pantai Palo, Maria menjalankan usaha penjualan kain sarung, baju tenun, pakaian, serta atribut budaya yang banyak diburu masyarakat maupun wisatawan.
Tampilannya yang sederhana tak menghalangi semangatnya untuk terus memperluas usaha.

Lebih dari itu, Maria membuka lapangan kerja bagi enam orang yang ia gaji rata-rata Rp1.500.000 per bulan—bukti bahwa usahanya tumbuh sekaligus memberi manfaat sosial bagi warga sekitar.
Maria mengisahkan bahwa pinjaman dari Kopdit Swasti Sari ia gunakan untuk menambah modal, memperbesar stok, dan meningkatkan kualitas barang dagangan. Langkah itu membuat usahanya berkembang stabil.












