“Dari Swasti Sari inilah kami mendapat dukungan sehingga bisa bergerak mengembangkan usaha dan kehidupan keluarga menjadi lebih baik,” ungkap Jainudin.

Ia menjelaskan, usaha yang kini berkembang tersebut berawal dari perjuangan hidup sederhana dan modal usahanya Rp300. 000.
Bersama sang istri, ia membangun usaha dengan penuh ketekunan sambil terus membaca peluang pasar.
Usaha yang mereka jalankan kini dikenal dengan nama “Ka’e Tactical”, yang diambil dari bahasa Aceh dengan arti ka’e “kakak”.
Brand tersebut kemudian berkembang menjadi beberapa unit usaha seperti Ka’e Tactical, bergerak Taylor dan Konveksi, Ka’e Swalayan bergerak di retail modern.
Dalam pengelolaannya, Jainudin mempercayakan banyak hal kepada sang istri, terutama terkait pengadaan barang dan pengembangan usaha. Menurutnya, pengalaman menjadi guru terbaik dalam membangun bisnis.
“Awalnya kami juga salah langkah, ada barang yang tidak cepat terjual sehingga modal tertahan. Dari situ kami belajar bahwa usaha harus terus berputar,” katanya.












